admin@takwilmimpi.id

Mimpi Bertemu Rasulullah

mimpi bertemu rasulullah

Berbahagialah buat Anda yang pernah mimpi bertemu Rasulullah saw. Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. berkata, “Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka ia akan melihatku di waktu jaganya, karena setan tidak bisa menyerupaiku”. Beliau juga bersabda, “Orang yang melihatku dalam mimpi seakan-akan ia benar-benar melihatku, karena setan tidak dapat menyerupaiku”. Beliau juga bersabda, “Orang yang melihatku dalam mimpi tidak akan masuk neraka”.

Pendapat para ulama mengenai mimpi bertemu Rasulullah

Para teolog dan ulama Muslim berbeda pendapat ihwal makna melihat Rasulullah saw. dalam mimpi. Imam lbn Sirin harus menanyai orang yang menceritakan mimpi yang menggambarkan Rasulullah saw. Jika ada rincian yang tidak sesuai dengan deskripsinya, jawaban Ibn Sirrin adalah, “Engkau tidak melihat beliau.” ‘

Ashim bin Kulayb pernah berkata, “Aku bercerita kepada Ibnu ‘Abbas, semoga Allah memberkahi jiwanya dan jiwa ayahnya bahwa aku melihat Rasulullah saw. dalam mimpi. Ibn Abbas menjawab “Gambarkan kepadaku (rupa) beliau.” ‘Ashim bin Kulayb meneruskan, “Aku melihatnya mirip dengan Hasan bin ‘Ali, a.s.” Ibnu ‘Abbas menjawab “Memang Anda telah melihat beliau”.

Ibnu Arabi pernah menjelaskan bahwa esensi dari melihat RasuluUah saw. adalah mengetahui keberadaannya dan memahami realitas sifat dan teladannya. Maka, mengakui keberadaan makhluk yang diberkahi ini adalah penegasan kebenaran, sementara melihat bentuk fisiknya melambangkan teladan dan sifat beliau, karena wafatnya beliau tidak mengubah esensi kenabian.

Ucapan Rasulullah saw., “la akan melihatku di waktu jaganya,” berarti, menjelaskan secara terinci apa yang dilihatnya, karena apa yang dilihat seseorang dalam mimpi demikian adalah kebenaran yang terletak pada alam gaib.

Dalam hadis kedua dikatakan bahwa Rasulullah berkata, “Seakan-akan ia benar-benar melihatku,” berarti jika seseorang melihat beliau semasa kerasulannya, maka teladan akan sama. Jadi, hadis pertama menunjukkan apa yang nyata dan benar, sementara hadis kedua mengandung arti realitas fisik dan teladannya.

Jika seseorang melihat Rasulullah saw. datang kepadanya dalam mimpi, maka ini berarti berkah dan keuntungan, dan jika seseorang melihat Rasulullah saw. meninggalkannya dalam mimpi, maka ini berarti sebaliknya.

Al-Qadhi ‘Iyadh, semoga Allah memberkahinya, menafsirkan kalimat Rasulullah saw, “Benar-benar melihatku,” sebagai berarti, “Benar-benar melihat wujud fisikku,” seperti yang dikenali para sahabat.

Sementara itu, melihat beliau dalam bentuk lain dalam mimpi berarti bahwa mimpi seseorang berkonotasi penafsiran pribadi. Mengikuti penjelasan al-Qadhi ‘Iyadh, Imam an-Nawawi berkata, “Penjelasan ini lemah, penafsiran yang lebih kuat adalah bahwa orang yang melihat Rasulullah saw dalam mimpi berarti telah melihatnya secara nyata bagaimanapun rupa yang muncul, baik rupa dalam mimpi itu dikenal atau tidak.”

Dalam komentar terpisah, Syaikh al-Baqlani menambahkan, “Apa yang dikatakan al- Qadhi ‘Iyadh tidak benentangan dengan apa yang dikatakan Imam an-Nawawi”, ini karena mimpi pertama tidak memerlukan penafsiran, menurut al-Qadhi ‘lyadh, pada tipe mimpi kedua, yang dibahas dalam ulasan Imam an-Nawawi, mimpi seseorang tidak memerlukan penafsiran atau analisis. Ini berarti bahwa karena setan tidak bisa menyerupai Rasulullah saw., maka bagaimanapun penampilan beliau dalam mimpi seseorang adalah benar.

Makna dari ucapan Rasululah saw., “Karena selan tidak bisa menyerupaiku” berarti bahwa kemahasucian (‘ismah) Allah tidak dapat diganggu gugat, dan karena Rasulullah saw. ma’shum, sebagaimana beliau dilindungi semasa kerasulannya, begitu juga beliau tetap dllindungi oleh ‘ishmah Allah setelah Allah Yang Mahakuasa memanggil beliau ke hadirat-Nya. Jadi, barangsiapa melihat Rasulullah saw. dalam penampilan apa pun dalam mimpi, maka seakan-akan ia melihat beliau di dunia nyata, tak peduli apakah ia melihat beliau sebagai pemuda, atau di masa kerasulan, atau sebagai orang yang sudah tua.

Arti mimpi bertemu Rasulullah

Jika seseorang melihat beliau tampak tua dalam mimpi, maka ini berarti kedamaian. Jika seseorang melihat beliau tampak muda dalam mimpi, maka ini berarti perang.

Jika seseorang melihat beliau tersenyum dalam mimpi, maka ini berarti bahwa ia betul-betul mengikmi sunnah beliau. Melihat Rasulullah saw. dalam penampilannya yang dikenal dalam mimpi berarti bahwa orang yang melihat mimpi itu adalah seorang salih, yang integritasnya tidak dapat diganggu-gugat, dan yang keberhasilannya tidak diragukan lagi.

Melihat beliau berkerut kening dalam mimpi melambangkan keadaan buruk orang yang melihal mimpi itu, Ibn Abi Jumrah mengatakan, “Melihat beliau dalam penampilan bagus menunjukkan bahwa sikap keberagamaan orang yang melihat mimpi itu baik. Melihat beliau dengan beberapa kekurangan dalam mimpi berarti defisiensi atau distorsi dalam penerapan kewajiban agama seseorang, karena Rasulullah saw. adalah seperti cermin yang menggambarkan orang yang berdiri di depannya”.

Dalam hal ini, orang yang melihat mimpi itu bisa mengetahui keadaannya sendiri. Penafsiran demikian juga diberikan oleh Ibn Hajar al-Haytsami, semoga Allah memberkahi jiwanya. Demikian pula, dalam buku Syarh asy- Syama’il karya Imam al-Tirmidzi, dikatakan bahwa setan tidak dapat menyerupai Allah Yang Mahakuasa, tanda-tanda (kebesaran)-Nya, para nabi atau malaikat-Nya.

Jika seseorang yang sedang mengalami kesukaran melihat Rasulullah saw. dalam mimpi, maka ini berani bahwa kesulitannya akan hilang. Jika seorang tahanan melihat beliau dalam mimpi, maka ini berani bahwa ia akan dibebaskan dari penjara.

Jika seseorang hidup pada masa kekacauan ekonomi, dan jika naiknya harga mencekik masyarakat negeri itu, atau jika ketidakadilan menzalimi semua orang, maka melihat Rasulullah saw. dalam mimpi melambangkan akhir dari kesengsaraan itu.

Melihat beliau dalam rupanya yang tampan, berseri, dan tanpa cela seperti dengan sangat baik dilukiskan oleh para sahabatnya dalam mimpi berarti kabar gembira tentang akhir yang baik bagi kehidupan seseorang di dunia dan di akhirat.

Keadaan dan kebersihan hati seseorang dan seberapa bening cerminnya itu sendiri menentukan dalam penampilan bagaimana ia akan melihat Rasulullah saw.

Jika Rasulullah saw. datang menghampiri seseorang dalam mimpi, atau mengimaminya salat, atau jika seseorang melihat dirinya menemani beliau di jalan, atau jika ia makan sesuatu yang manis dari tangan beliau yang mulia, atau menerima jubah, alau kemeja yang sesuai, atau jika Rasulullah saw menjajikannya sesuatu, atau berdoa umuknya dan jika orang yang melihal mimpi itu memenuhi syarat untuk kepemimpinan, dan ia adalah seorang yang jujur dan adil, yang menyeru kepada kebaikan dan melarang apa-apa yang jahat dan ia mempelajari dan menerapkan apa-apa yang diketahuinya, dan ia adalah seorang hamba yang salih dan Muslim yang taat, maka ia akan meraih kedudukan dan bergaul bersama orang-orang yang diberkahi.

Jika seseorang yang melihat mimpi itu adalah hamba yang tidak mematuhi Allah Yang Mahakuasa, maka ini berarti bahwa ia akan bertobat atas dosa-dosanya dan kembali kepada Tuhannya.

Jika ia hidup dalam kelalaian, maka ini berarti bahwa ia akan diberi petunjuk. Barangkali, ia bisa mencapai tujuannya dalam memperoleh pengetahuan atau belajar bagaimana membangun kembali keberadaannya yang terdalam agar menjadi manusia yang bersyukur kepada Tuhannya.

Jika seseorang yang sedang takut pada penindasan, tuduhan, atau kehilangan properti, dan kekayaannya melihat Rasulullah saw. dalam mimpi, maka ini berarti berakhirnya ketakutan itu, karena beliau adalah pemberi syafaat terbaik untuk memulihkan siapa pun di hadapan Allah Yang Mahakuasa.

Jika seseorang yang mengikuti bid’ah melihat Rasulullah saw. dalam mimpi, maka ini berarti bahwa ia harus takut kepada Allah Yang Mahakuasa, memperhatikan peringatan-Nya dan memperbaiki dirinya, terutama jika ia melihat beliau berjalan meninggalkannya, atau memunggunginya.

Melihat Rasulullah saw. dalam mimpi juga berarti menerima berita gembira, atau bisa menunjukkan keadilan, menegakkan kebenaran, memenuhi janji, mencapai kedudukan yang tinggi di antara anggota keluarganya, atau mungkin bisa berarti bahwa seseorang menderita akibat iri hati dan kecemburuan mereka, atau meninggalkan tanah airnya dan bermigrasi ke negara lain, atau bisa berarti bahwa ia mungkin kehilangan orang-tuanya dan menjadi anak yatim piatu.

Melihat Rasulullah saw. dalam mimpi juga bisa berarti melihat peristiwa-peristiwa ajaib (karomah), karena para sahabat beliau menyaksikan dan memberikan kesaksian tentang seekor rusa yang mengucapkan salam kepada beliau, seekor unta yang mencium kakinya, kaki domba panggang yang berbicara pada beliau, pohon-pohon bergerak untuk menutupi beliau, kerikil-kerikil memanjatkan pujian kepada Allah di tangan beliau, di antara berbagal mukjizat tak terhitung banyaknya, termasuk perjalanan lsra’ Mi’raj beliau untuk bertemu dengan Tuhannya, Allah SWT.

Jika seorang dokter ahli mata melihat beliau dalam mimpi, maka ini berarti bahwa ia akan mencapai tingkat keahlian yang tinggi dalam bidangnya dan menjadi terkenal di negeri itu, karena Rasulullah saw. mengembalikan mata-mata sahabatnya, Qatadah, ke tempatnya dan–atas izin Allah–membuat penglihatannya lebih tajam dari sebelumnya, setelah Qatadah kehilangan matanya sewakiu berperang melawan orang-orang kafir.

Jika seorang musafir di gurun melihat Rasulullah saw. dalam mimpi, atau jika ada kekeringan di suatu tempal, maka ini berarti bahwa hujan akan turun dan mata air akan memancar keluar, seperti air yang memancar di sela- sela jari beliau yang mulia ketika beliau meletakkan tangannya di atas cangkir yang terisi separuh untuk melepas dahaga seluruh pasukan.

Jika bencana, kelaparan, dan kemarau melanda suatu negeri dan seseorang melihat Rasulullah saw. dalam mimpi, maka ini berarti bahwa bencana itu akan dihalau dan kehidupan kembali normal di tempat itu.

Jika seorang wanita melihat beliau dalam mimpi, maka ini berarti bahwa ia akan mencapai kedudukan ruhani yang tinggi, kehormatan, kejujuran, kesucian, bisa dipercaya, dan mungkin diberi kelurunan yang diberkahi, atau jika ia adalah seorang kaya, maka ini berarti bahwa ia akan membelanjakan kekayaannya di jalan Allah.

Melihat beliau dalam mimpi juga berani menghadapi kesengsaraan, bersabar, dan menderila akibat musuhnya. Jika seorang anak yatim melihat Rasulullah saw. dalam mimpi, maka ini berarti bahwa ia akan mencapai kedudukan mulia. Demikian pula halnya jika seorang asing melihat beliau dalam mimpinya.

Lihat juga: Mimpi bertemu sahabat Rasulullah.

Jika seorang dokter melihat Rasulullah saw. dalam mimpi, maka ini berarti bahwa orang-orang akan beroleh manfaat dari obat-obatnya. Melihat Rasulullah saw. dalam mimpi juga berarti kemenangan atas musuh, atau menggabungkan atau membayar utang, atau sembuh dari sakit, atau menunaikan ibadah haji ke Baitullah di Makkah, atau memenangkan perkara di pengadilan, atau berakhirnya kesengsaraannya, atau suburnya tanah yang tandus, atau hamilnya wanita mandul.

Jika seorang yang mengunjungi Masjid Nabi meIihat dirinya dalam mimpi datang ke hadapan RasuluHah saw. dan mendapati beliau berdiri, maka ini menunjukkan bahwa pemahaman agamanya adalah benar, dan berarti bahwa ia akan memimpin Imam pada masanya.

Jika ia mendapati beliau sudah meninggal dalam mimpi itu, maka ini berarti bahwa seorang terhomat dari keluarga orang yang melihat mimpi itu akan wafat sebentar lagi.

Jika seseorang melihat pemakaman Rasulullah saw. dalam mimpi, maka ini berarti bahwa suatu bencana akan menimpa negeri itu. Mengikuti upacara pemakaman beliau sampai ke makamnya dalam mimpi berarti bahwa orang yang melihat mimpi itu akan melakukan bid’ah.

Mengunjungi makam beliau dalam mimpi berarti memperoleh banyak harta. Jika seseorang melihat dirinya sebagai anak Rasulullah saw., dan bahkan jika ia bukan salah satu keturunan beliau, maka ini menunjukkan ketulusannya, keimanannya yang sejati, dan keteguhannya.

Melihat Rasulullah saw. oleh seseorang tidaklah menaļ¬kan kaum Mukmin lainnya, tetapi karunia itu akan mencakup mereka semua. Menerima sesuatu dari bel.iau separti makanan atau minuman dalam mimpl berarti rnanfaat dan keuntungan.

Jika seseorang menerima makanan yang substansinya bermakna keadaan yang negatif, seperti semangka atau elemen-elemen serupa dalam mimpi, maka ini berarti bahwa ia akan lolos dari bahaya besar, meskipun ia akan kerja keras membanting tulang dan menderita selama cobaannya.

Jika seseorang melihat salah satu anggota tubuh Rasulullah saw’ menjadi anggota tubuhnya dalam mimpi, maka ini berarti bahwa ia mengikuti bid’ah dan mengubah hukum yang dibawa Rasulullah saw. untuk umat manusia.

Jika seseorang melihat dirinya mewujud dalam sosok Rasulullah saw. dalam mimpi, atau mengenakan salah salu pakaiannya, atau menerima cincinnya atau pedangnya, dan iika ia berusaha menduduki suatu jabatan, maka ia akan meraihnya dan orang-orang akan menerima kepemimpinannya.

Jika seseorang disiksa atau dihina di negeri itu, maka melihat Rasulullah saw berdiri dalam mimpi berani bahwa Allah Yang Mahakuasa akan memberinya kemenangan dan menaikkan kedudukannya di atas musuhnya. Jika ia miskin, maka kebuluhannya akan terpenuhi, atau jika ia belum manikah maka ia akan menikah.

Jika seseorang melihat beliau di tempat yang ambruk maka ini berarti bahwa tempat itu akan dibangun kembali. Jika seseorang memasuki sebuah ruangan dan menemukan beliau duduk di sana dalam mimpi, maka ini berarti bahwa suatu keajaiban atau peristiwa penting akan terjadi di tempal itu.

Jika seseorang melihat beliau mengumandangkan azan dalam mimpi, maka ini berarti bahwa kemakmuran akan menyebar di tempat itu. Jika seseorang melihat beliau membacakan iqamah dalam mimpi, maka ini berani bahwa kaum muslim akan bersatu kembali dan menghilangkan perbedaan-perbedaan mereka.

Lihat juga: Mimpi mendengar suara azan dan sholat berjamaah.

Jika seseorang melihat Rasulullah saw. memoleskan celak di kelopak matanya dalam mimpi, maka ini berani bahwa ia akan menemukan keselamatan dan memperbaiki sikap keberagamaannya, atau bisa berarti bahwa ia akan mempelajari dan menjadi seorang ahli ilmu hadis.

Jika seorang wanita hamil melihat Rasulullah saw. dalam mimpi, maka ini berarti bahwa ia akan memperoleh seorang anak laki-laki.

Jika seseorang melihat beliau mempunyai janggut hitam tanpa ada uban dalam mimpi, maka ini akan membawa kebahagiaan, kegembiraan, dan kemakmuran dalam kehidupannya.

Jika Rasulullah saw, terlihat sebagai seorang yang sudah tua dalam mimpi, maka ini berani kekuatan dalam hidup seseorang dan kemenangan atas musuh.

MeIihat beliau dalam keadaannya yang paling agung dalam mimpi berarti bahwa Imam atau penguasa negeri itu akan naik kedudukannya dan kekuasaannya akan berkembang.

Jika seseorang melihat leher beliau yang mulia lebar, maka ini berani bahwa Imam itu berpegang teguh pada kepecayaannya. Jika seseorang melihat beliau mempunyai dada yang lebar dalam mimpi, maka ini berarti bahwa Imam alau penguasa negeri itu bersikap murah hati kepada rakyatnya.

Jika seseorang melihat perut beliau yang mulia kosong dalam mimpi, maka ini berarti bahwa kas negeri itu kosong. Jika seseorang melihat tangan kanan RasuluIIah saw. tertutup dalam mimpi, maka ini berarti bahwa Imam atau penguasa negeri itu tidak membayar karyawannya, atau tidak membagikan Zakat yang terkumpul.

Jika seseorang melihat tangan kanan beliau yang mulia terbuka dalam mimpi, maka ini menunjukkan kebaikan dari penguasa itu dan diiringi dengan pembagian sedekah dan zakat seperti yang dijelaskan dalam Kitab Allah. Jika kedua tangan beliau terkunci dalam mimpi, maka ini kesukaran dalam hidup Imam, atau penguasa negeri itu. Hal serupa akan mempengaruhi kehidupan orang yang melihat mimpi itu, termasuk mengalami kesukaran dan kesengsaraan.

Jika seseorang melihat kaki beliau yang muiia tampak indah dan berbulu dalam mimpi, maka ini berarti bahwa puaknya akan menjadi lebih kuat, dan rumpunnya akan berkembang.

Jika seseorang melihat paha beliau yang mulia panjang dalam mimpi, maka ini menunjukkan umur panjang bagi Imam atau penguasa daerah itu. Jika seseorang melihat beliau berdiri di tengah-tengah para tentara dan semua orang tertawa dan bercanda dalam mimpi, maka ini berarti bahwa pasukan Muslim akan dikalahkan dan terhina di perang.

Jika Rasulullah saw. tampak bersama pasukan kecil dengan perlengkapan yang sedikit dan semua orang tertunduk dalam mimpi, maka ini berarti bahwa tentara Muslim akan menang pada tahun itu.

Jika seseorang melihat beliau menyisir rambut dan janggutnya yang mulia, maka ini berarti bahwa kesukaran dan kesengsaraannya akan hilang.

Melihat beliau di masjidnya sendiri, alau di masjid mana pun, atau di tempatnya yang lazim dalam mimpi berarti memperoleh kekuasaan dan kehormatan.

Jika seseorang melihat Rasulullah saw. berdiri di tengah-tengah para sahabatnya menyampaikan wahyu dalam mimpi, maka ini berani bahwa ia akan memperoleh pengetahuan, kearifan, dan pemahaman ruhani yang lebih tinggi.

Melihat makam Rasulullah saw. dalam mimpi berarti kemakmuran dan keuntungan bagi seorang pedagang, atau pembebasan dari penjara bagi seorang tahanan. Melihat diri sendiri dalam mimpi sebagai ayah Rasulullah saw. berarti bahwa keimanannya hancur dan keteguhannya akan melemah.

Jika seorang wanita melihat dirinya sebagai salah seorang islri Rasulullah ini melambangkan bahwa keimanannya bertambah.

Jika seseorang melihat beliau memeriksa persoalannya dalam mimpi, maka ini berarti bahwa Rasulullah saw. menasihati orang yang melihat mimpi itu dan menyuruhnya untuk memberi istrinya apa yang sudah menjadi haknya.

Berjalan di belakang Rasulullah saw. dalam mimpi berarti mengikuti sunnahnya di waktu jaga. Makan bersama beliau dalam mimpi berarti bahwa seseorang diperintahkan untuk membayar zakat harta setiap tahunnya atas kekayaan yang menghasilkan uang, atau kekayaan cair, emas, perak, permata, tabungan, dan sebagainya, kecuali rumah dan kendaraan.

Jika seseorang melihat Rasulullah saw. makan sendirian dalam mimpi, maka ini berarti bahwa ia tidak mau bersedekah dan tidak mau menolong sesama manusia yang meminta pertolongan. Dalam hal ini, seakan-akan Rasulullah saw. menyuruhnya untuk bersedekah dan membantu fakir miskin.

Jika seseorang melihat beliau berkaki telanjang dalam mimpi, maka ini berarti bahwa ia lalai mengerjakan salatnya.

Melihat beliau dan berjabatan tangan dengan beliau dalam mimpi berarti bahwa seseorang adalah pengikutnya yang sejati.

Jika seseorang melihat darahnya bercampur dengan darah Rasulullah saw. dalam mimpi, maka ini berarti bahwa ia akan menikahi seorang wanita dari keturunan beliau, atau bahwa ia akan menikahi anak wanita seorang ulama besar.

Jika Rasulullah saw. memberi seseorang beberapa tanaman hijau atau herba dalam mimpi, maka ini berarti bahwa orang itu akan lolos dari bahaya besar.

Jika Rasulullah saw. memberi seseorang sesuatu yang segar atau madu dalam mimpi, maka ini berarti bahwa ia akan mempelajari Alquran dan memperoleh banyak pengetahuan dan kebijakan sesuai dengan jumlah yang diterimanya dalam mimpi.

Jika seseorang mengembalikan hadiahnya kepada Rasulullah saw., maka ini berarti bahwa ia akan mengikuti bid’ah.

Melihat beliau berkhutbah dalam mimpi berarti bahwa seseorang menganjurkan untuk berbuat kebaikan dan menjauhi kemungkaran.

Jika seseorang melihat warna kulit beliau coklat dalam mimpi, maka ini berarti bahwa ia akan berpikir untuk bertobat atas dosa-dosanya dan berpantang dari kelalaian orang muda. Jika kulit beliau berwarna putih dalam mimpi, maka ini berarti bahwa seseorang akan bertobat atas dosa- dosanya dan berpaling menghadap Allah Yang Mahakuasa agar diampuni.

Jika Rasulullah saw. menegur seseorang dalam mimpi, maka ini berarti bahwa orang itu harus menahan diri agar tidak mengikuti bid’ah dan harus mengikuti Sunnah Rasul.

Jika seseorang menemukan bahwa Rasulullah saw. telah meninggal di suatu tempat tertentu dalam mimpi, maka ini berarti bahwa ia akan meninggal di tempat yang sama. Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *